Nov
30

7 Sikap Istri yang Tidak Disukai Suami

7 sikap istri yang tidak disuki suami. Masalah pasti akan selalu ada dalam sebuah hubungan rumah tangga, tinggal bagaimana cara Anda menyikapinya dan memperbaikinya. Bukan hanya ketidaksetiaan atau masalah keuangan yang bisa merusak keharmonisan rumah tangga. Sikap Anda sebagai istri pun terkadang membuat suami geram. Alhasil, pertengkaranlah yang menjadi ujungnya. Namun demikian agar keharmonisan rumah tangga tetap terjaga, ada baiknya Anda saling mengoreksi diri dan memperbaiki kesalah-kesalahan yang telah dilakukan. Tidak selalu kesalahan suami yang menjadi ttik permasalahan dalam rumah tangga kesalahan istri pun bisa memicu pertengkaran.

Berikut ini 7 sikap istri yang tidak disukai suami.

* Mengeluh

Mengeluh bukanlah sesuatu yang salah. Namun jika terlalu sering mengeluh hal ini menjadi tidak wajar jika segala sesuatu Anda jadikan alasan untuk mengeluh. Ingat, tak ada satupun manusia yang sempurna. Jika kesalahan kecil dari suami atau keadaan rumah tangga bisa menjadi bahan keluhan setiap hari, wajar rasanya jika suami jadi tidak betah berada di sekitar Anda.

* Suka Membandingkan

Bagaimanapun suami Anda adalah pria yang memiliki ego dan tak ada gunanya juga Anda membandingakan dengan org lain, bagaimana pun juga suami Anda orang yang telah Anda pilih. Membandingkan dia dengan mantan kekasih atau suami dari sahabat akan membuat harga dirinya terluka. Yang paling parah, ia bisa mengira bahwa Anda menyesal telah menikah dengannya.

* Selalu Menyalahkan

Menjadikan suami sebagai ‘kambing hitam’ atas segala hal, termasuk ketidakbahagiaan Anda adalah ide buruk. Sebuah pernikahan dibangun lewat komitmen Anda dan pasangan. Ketidakbahagiaan Anda tidak selalu disebabkan oleh pasangan, mungkin saja perasaan itu karena Anda kurang terima dengan keadaan dan tak pernah bersyukur.

* Tak Pernah Mendengarkan

Komunikasi, poin utama menjaga keutuhan rumah tangga. Komunikasi yang baik harus berjalan dari dua arah. Saat Anda tak lagi mau mendengar keluhan serta masukan dari suami, maka dapat dipastikan komunikasi itu tak berjalan sebagaimana mestinya. Itulah yang menjadi awal kehancuran rumah tangga Anda.

* Ketergantungan

Menjalin hubungan bukan berarti bersama-sama sepanjang waktu. Sebuah hubungan pernikahan bisa awet, jika masing-masing orang di dalamnya memiliki kesempatan untuk mengembangkan dirinya tidak tergantung satu sama lain.

* Marah-marah

Melihat kebiasaan atau sikap suami yang menjengkelkan memang bisa menyulut emosi. Namun kalau emosi itu disalurkan dengan marah-marah tanpa henti, tentu suami bisa jadi gerah. Ketimbang marah-marah, coba tenangkan diri, lalu bicarakan permasalahan yang ada dengan suami Anda.

* Terlalu Curiga

Beberapa wanita kerap merasa tidak percaya pada suaminya. Mereka akhirnya melakukan hal-hal yang membuat suami kesal, seperti selalu mengecek uangnya, BlackBerry, email, sosial media, dan masih banyak lagi. Semua sikap terlalu curiga itu menandakan Anda merasa tidak aman. Jika segala sesuatunya selalu dicurigai maka suami pun lama-lama bisa jengah.

Post comment